Friday, January 31, 2025

Catatan Harian Ayah 1

 Nak...pagi tadi ayah sudah sampaikan, "masih ada waktu 40 menitan lho, ayok dengerin dulu keseluruhan surat Al Qoriah nya, ikhtiar biar saat setoran nanti kamu lebih lancar". Eh, tapi wajah dan suaramu tampak keberatan, "aah.. wong nanti cuma diminta setoran ayat 1-5 kok yah", katamu. Ayah pun tak memaksamu, daripada malah mengganggu suasana hatimu menjelang sekolah.


Pulang sekolah saat ayah jemput, ayah melihat buku prestasi hafalanmu. Lalu keluarlah komentarmu, "Tadi itu ternyata diminta setoran semuanya yah". Ayah cuma senyum saja mendengar komentarmu nak. Sampai rumah, ayah minta kamu segera mandi agar badan yang terasa capek dan tak nyaman segera segar kembali. Lagi-lagi kamu menolak permintaan ayahmu. Maka keluarlah kata-kata ini.. "Nak, sebagai orang tuamu, Alhamdulillaah kami bersyukur diberikan kesempatan untuk belajar banyak hal, belajar lebih lama di perkuliahan, di kehidupan. Insya Allah kami meyakini kami bukan termasuk orang bodoh yang tidak mau berpikir atas apa yang kami sampaikan atau putuskan. Ayolah nak, tak mungkin kami menjerumuskanmu ke sesuatu yang merugikanmu. Sepanjang arahan dan nasehat kami tidak mengarah kepada keburukan, maka pilihlah untuk melaksanakannya. Kami insya Allah akan berempati dengan perasaanmu. Jika alasanmu logis, kami pun akan dengan senang hati menerimanya. Tapi please jangan hanya mengedepankan perasaanmu saja ya. Olahlah sejenak, baru kemudian respon dengan ucapan atau tindakan".


Btw, maaf ya kalau tadi penyampaian Ayahmu mungkin agak keras, tapi Ayah sayang kamu nak.

No comments:

Post a Comment