![]() |
taken from drjitesharora.com |
Satu
kata berjuta makna. Ungkapan klise yang
barangkali sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Betapa luar biasanya
pengaruh kata-kata dalam keseharian kita. Bagaimana sebuah pilihan kata mampu
mengubah respon pendengarnya.
Baru
saja saya membaca sebuah artikel dari buku salah satu pakar NLP di Indonesia
yaitu bapak RH Wiwoho yang berjudul “Pemimpin Bersuara Emas”. Dalam buku
tersebut berisi beberapa artikel pendek yang isinya sangat renyah , sederhana dan mudah dipahami. Menggambarkan begitu luar
biasanya pemahaman pak RH Wiwoho ini mengenai aplikasi NLP dalam kehidupan
sehari-hari.
Artikel
yang saya baca ini membahas mengenai “tapi” dan “meskipun”. Sama-sama merupakan
kata sambung, namun ketika diterapkan dalam sebuah kalimat, bisa menimbulkan
makna yang berbeda bagi pembacanya atau bagi siapapun yang mengucapkannya
sendiri.
Oke,
mari kita praktikkan dalam beberapa contoh kalimat berikut ini.
(1) Aku akan melakukan yang terbaik ……..Aku
belum tahu caranya
(2) Aku ingin tersenyum kepadanya …. Ucapannya
membuatku kecewa
(3) Dia begitu bijaksana …… wajahnya tak begitu
menarik
Nah,
sekarang, mari kita isi titik-titik yang ada dengan kata “tapi” dan “meskipun”.
Maka kalimat pertama akan menjadi :
a.
Aku
akan melakukan yang terbaik, tapi aku
belum tahu caranya
b.
Aku
akan melakukan yang terbaik, meskipun belum
tahu caranya
Sudah
melihat perbedaannya? Pada kalimat a, keinginan positif di awal (untuk
melakukan yang terbaik) kemudian menjadi terhapus karena penempatan kata “tapi”
di tengahnya. Fokusnya berubah dan cenderung menguatkan kalimat yang kedua.
Bedakan
dengan kalimat yang b, penekanan tetap berada dalam kalimat yang pertama.
Seolah-olah kalimat yang kedua hanya sebagai penambah informasi saja dan fokus
tetap terjaga pada kalimat pertama yang mengarah kepada hal positif yang ingin
dilakukan.
Oke,
kita lanjutkan ke kalimat kedua dan ketiga.
(2)
a. Aku ingin tersenyum kepadanya, tapi ucapannya
membuatku kecewa
b. Aku ingin tersenyum kepadanya, meskipun ucapannya membuatku kecewa
(3)
a. Dia begitu bijaksana, tapi wajahnya
tak begitu menarik
b. Dia begitu bijaksana, meskipun wajahnya tak begitu menarik
See?
Sudah semakin terlihat perbedaannya? Aha!! Dan saya menjadi
penasaran tentang seberapa besar keinginan Anda untuk segera praktikkan
pengetahuan ini untuk membantu orang-orang di sekitar Anda. Sambil Anda mulai
berpikir kapan anda akan praktikkan pengetahuan ini, mungkin anda mulai menyadari
betapa luar biasa pengaruh sebuah kata. Sehingga membuat Anda semakin tertarik untuk mempelajarinya.
Kata
“tapi” jika diterapkan dalam kalimat yang berpasangan, cenderung mengaburkan makna
kalimat awal yang mendahuluinya dan menguatkan kalimat yang diletakkan
sesudahnya.
Kata
“meskipun” jika diterapkan dalam kalimat yang berpasangan, cenderung tetap
menjaga makna dari kalimat yang mendahuluinya dan seolah mengesampingkan
keberadaan kalimat yang diletakkan sesudahnya.
Bagaimana
penerapannya? Sangat fleksibel! Mau lebih paham? Mari sama-sama praktikkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pamit
rumiyin, kapan-kapan kita lanjutkan lagi.
*Salaman*
No comments:
Post a Comment